Friday, January 3, 2014

Kapankah Minyak Trafo Perlu Dipurifikasi?

Dewasa ini, sebagian besar Trafo Power yang beroperasi di Indonesia menggunakan jenis Trafo Basah. Disebut demikian, karena keseluruhan inti trafo dan belitannya terendam dalam minyak. Minyak tersebut berfungsi sebagai media isolasi dan media pendingin.
  • Sebagai media isolasi, minyak trafo harus mampu menahan tegangan tembus.
  • Sebagai media pendingin, minyak trafo diharuskan memiliki kemampuan meredam panas.
Seiring pengoperasian trafo, umumnya akan terjadi proses oksidasi pada kertas isolasi dan minyak trafo yang menghasilkan asam. Kandungan asam dalam minyak trafo dapat mempercepat penurunan kondisi/fungsi minyak trafo dan kertas isolasi trafo, yaitu:
  1. Asam akan membentuk lebih banyak asam (peningkatan asam) dari minyak trafo dan kertas isolasi trafo.
  2. Peningkatan kandungan asam tersebut bersifat korosif terhadap logam, sehingga akan membentuk lebih banyak partikel-partikel logam pada belitan dan bagian bawah tangki minyak.
  3. Jika asam bereaksi dengan kertas isolasi trafo, reaksi tersebut menghasilkan air.
Fungsi minyak trafo sebagai media isolasi akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh peningkatan kadar air dalam minyak. Sementara itu, fungsinya sebagai pendingin juga akan menurun dengan terjadinya proses oksidasi.
Minyak transformator memerlukan purifikasi ketika tegangan tembus, kadar air, gas terlarut dan partikel-partikel di dalam minyak trafo telah melebihi batas yang dapat diterima.

Dengan kata lain, ketika kemampuan minyak trafo sebagai media isolasi dan media pendingin sudah berkurang, maka itulah peringatan untuk segera melakukan purifikasi minyak trafo.